Film Motherhood menceritakan tentang seorang wanita bernama Eliza Welch yang merupakan mantan penulis fiksi yang memilih menjadi seorang ibu rumah tangga. Meskipun sibuk dengan urusan rumah tangganya, Eliza tidak benar-benar bisa meninggalkan dunia menulisnya sehingga ia masih meluangkan waktunya untuk menulis di blog miliknya. Suatu ketika ia melihat pemberitaan tentang perlombaan menulis artikel tentang arti menjadi seorang ibu, ia ingin mengikuti lomba tersebut namun ia tidak mempunyai banyak waktu untuk menulis artikel pendek tersebut. Dari sinilah mulai terjadi konflik dalam diri Eliza yang merasa bahwa tidak ada kepedulian atau pengertian lagi dari suaminya dan merasa bahwa sangat susah menjadi ibu rumah tangga seperti dirinya. Hal ini akhirnya mengganggu rumah tangganya.
Dilihat dari teori Family and Communication, dari 4 pola komunikasi dalam keluarga yang ada keluarga yang dimiliki oleh Eliza termasuk dalam The Equality Pattern yaitu Eliza dan suaminya berkomunikasi dengan baik, saling menyampaikan ide dan tidak ada pemimpin atau pengikut dan keputusan dibuat bersama meskipun dalam berkomunikasi terkadang suaminya tidak terlalu mempedulikan apa yang dikatakan oleh Eliza, dan The Balance Split Pattern yaitu Eliza mempunyai otoritas atas domainnya sendiri begitu juga dengan suaminya. Pada stage in interpersonal relationship Eliza telah masuk pada tahap intimacy yaitu telah memiliki komitmen satu sama lain, namun saat ini hubungan yang dialamni oleh Liza dapat dibilang mengalami kemerosotan atau masuk pada tahap deterioration yang terlihat pada komunikasi mereka yang mulai menjauh dan tidak adanya kepeduliaan saat Liza berkomunikasi dengan suaminya.
Menurut perkembangan masa dewasa, Eliza sudah termasuk dalam masa dewasa awal yang ditandai dengan selesai bersekolah, bekerja, hidup terpisah dari orang tua, menikah, dan menjadi orang tua atau ibu. Meskipun Eliza hanya menjadi ibu rumah tangga, namun sebelumnya dia sudah pernah bekerja menjadi seorang penulis fiksi sehingga dia tetap termasuk dalam masa dewasa awal. Dalam perkembangan kognitif Eliza, dari empat ciri perkembangan kognitif yaitu Shifting gears, Multiple causality, multiple solutions, Pragmatism dan Awareness of paradox, Eliza sudah berada pada ciri yang terakhir yaitu awareness of paradox yang terlihat dari bagaimana ia harus memprioritaskan antara kepentingannya sendiri atau kepentingan keluarganya dan juga apa konsekuensi yang ada dari keputusannya. Pada perkembangan karir yang dimiliki oleh Eliza, meskipun ia tidak bekerja namun ia telah menetapkan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga dan masih akan melanjutkan untuk menjadi seorang penulis. Pada perkembangan sosio-emosional, Liza sudah berada pada tahap consummate love dengan adanya intymacy, passion dan commitment yaitu karena Liza telah menikah dengan didasarkan cinta pada suaminya. Dalam tingkat kematangan hubungan, Liza berada pada role-focused level dimana Liza menjalankan aktivitas yang memang sudah merupakan perannya bukan karna sayang terhadap pasangan. Hal ini terlihat bahwa ia seorang istri dan juga ibu sehingga mengurus rumah tangga karena memang sudah seharusnya menjadi tugasnya. Sedangkan suaminya berada pada tahap individuated-connected level, dimana telah adanya koneksi antar pasangan, sehingga melakukan aktivitas yang memang diinginkan, karena cinta terhadap pasangan. Tahap ini terlihat dari bagaimana suaminya bekerja untuk membuat anak dan istrinya senang, meskipun pekerjaan tersebut tidak disukain oleh suaminya namun agar dapat membahagiakan istrinya ia tetap bekerja dengan profesinya tersebut.
Rabu, 18 Mei 2011
Kamis, 14 April 2011
Infant
Bayi didefinisikan sebagai tahap hidup yang paling awal, berdasarkan data biologis dan mental serta pada konvensi sosial. Freud menyatakan bahwa perkembangan masa kanak-kanak merupakan hal yang mempengaruhi kepribadian anak. Menurut behavioral, pengalaman pada masa awal dianggap penting. Erik Erikson (1950) mengambarkan memberikan pengalaman bayi oleh orang tua agak berbeda, tetapi juga menegaskan bahwa pengalaman di masa kanak-kanak dapat mengerahkan mengatakan pengaruh jangka panjang.
Pengasuhan juga secara menyeluruh dipengaruhi secara dinamis di mana perkembangan ini terjadi. Perkembangan domain di masa bayi dimana selama masa kanak-kanak, anak-anak berubah dari makhluk muda tidak dapat menggerakkan anggota badan mereka secara terkoordinasi dengan mengendalikan kontraksi otot dan pikiran mereka untuk berjalan, mencapai, atau memegang, dan dari anak-anak yang hanya bisa berceloteh atau menangis hingga anak-anak yang dapat membuat kebutuhan dan keinginannya amat jelas dalam suatu bahasa dan cara-cara lainnya. Negara juga dapat menentukan bagaimana bayi menampilkan diri, dan banyak dari apa yang bayi belajar tentang orang, benda yang diperoleh, kemampuan mereka sendiri, dan dunia selama dalam kewaspadaan dan perhatian.
Perkembangnya sistem fisik dan saraf biasanya terlihat dari bayi yang lahir rata-rata panjangnya adalah 49-50 dan beratnya berkisar 3,4-3.5 dan pada tahun berikutnya setelah kelahiran mengalami kenaikan berat tiga kali lipat. Perubahan ini mempengaruhi cara-cara orang tua memperlakukan anaknya bahkan mengatur lingkungan fisik bayi dan bagaimana mereka berjalan serta berbicara. Kapasitas bayi untuk menerima informasi dari orang tua dan lingkungan sekitarnya selalu berkembang. Hal ini terlihat dari kemampuan bayi merespon lingkungan, mengambil, mengkodekan, dan memproses informasi. Pada usia 4 sampai 5 bulan bayi sudah bisa mengerti tentang ekspresi wajah orang dewasa yg berinteraksi dengannya, terutama dengan ekspresi orang tuanya.
Pada awalnya bayi berkomunikasi dengan menangis dan tersenyum, namun bayi dengan cepat dapat mengekspresikan sistem komunikasinya dengan ocehan-ocehan yang sudah teratur dan sekitar usia 2 tahun, bayi menguasai dasar-dasar bahasa tanpa instruksi dan tanpa usaha nyata, selalu berbicara dengan bahasa yang mereka telah diungkapkan. Ekspresi emosional adalah bukti bagaimana bayi merespon kejadian, dan orang tua baru memberikan perhatian khusus terhadap emosi bayi dalam upaya mereka untuk mengelola dan memodifikasi mereka.
Dalam usia 2 bulan, bayi sudah terlibat dalam interaksi yang kompleks dan responsif dengan ibu mereka. Interaksi ini ditandai dengan saling memberi dan menerima pertukaran dalam menatap diri seperti tersenyum dan geraman. Perubahan tingkat kemampuan yang ada pada bayi, bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Perubahan tersebut dapat berawal dari kegiatan merayap tetapi bulan berikutnya bayi ini dapat bergerak semakin cepat. Pada masa ini bayi sudah dapat melakukan kegiatan berdiri dan berlari, sehingga pada tahun kedua 85% kegiatan bayi selalu bersama dengan orang tuanya. Pada pencapaian tahap awal perkembangan bayi dapat dikatakan sama, tetapi pada pertengahan tahap perkembangannya terdapat perbedaan yang signifikan.
Bayi akan mengalami tumbuh kembang sesuai dengan perspektif atau pemikiran dari orang tua mereka. Orang tua mempengaruhi perkembangan bayi baik oleh keyakinan mereka dan oleh perilaku mereka. Secara genetika anak akan tetap meniru sebagian sifat dari ibu biologisnya meski bayi ini sedang bersama orang tua angkatnya. Secara signifikan, orang tua dalam budaya yang berbeda memiliki kepercayaan yang berbeda terhadap bayi mereka. Isi interaksi orangtua-bayi yang lebih dinamis, bervariasi dan lebih bebas untuk memilih pada manusia. Dalam industri budaya Barat, orang tua pada umumnya mengakui untuk mengambil tanggung jawab utama untuk penataan pertukaran mereka dengan bayi. Ibu dan ayah sama-sama sensitif terhadap status perkembangan bahasa bayi, tetapi, di sini juga, mereka memainkan peran yang berkaitan dengan kualitas dan kuantitas ucapan mereka pada bayi.
Menurut Hart dan Risley, perkembangan bahasa bayi dipengaruhi oleh apa yang didengar bayi. Karakteristik atau ciri tertentu dalam bahasa ibu akan mempengaruhi gaya bahasa bayi. Prinsip transaksional dalam perkembangan meyakini bahwa karakteristik individu dalam membentuk pengalaman mereka dan sebaliknya bahwa pengalaman membentuk karakteristik individu. Beberapa bentuk fisik bayi mungkin mempengaruhi orang tua. Saat trimester pertama yaitu saat janin bergerak dalam rahim, saat bayi sudah lahir dengan bentuk muka, tindakan dan ekspresinya akan mempengaruhi orangtua untuk mengekspresikan reaksi reflek alaminya sebagai orangtua. Saat kelahiran, bayi juga mempelajari sinyal efektif yang bisa digunakannya untuk mempengaruhi orang dewasa, misalnya menangis untuk didekati.
Pengasuhan Intuitif, menurut Papousek dan Papousek yaitu tanggapan yang melibatkan tahapan perkembangan sesuai dengan usia dan kemampuan anak dan yang sering memiliki tujuan untuk meningkatkan adaptasi dan perkembangan. Pengasuhan bayi dipengaruhi oleh konfigurasi keluarga, tingkat stres orang tua, hubungan perkawinan (marital status), jaringan sosial orang tua, dan di antara faktor-faktor sosial-situasional lainnya. Kondisi ekonomi dan keuangan mempengaruhi beberapa hal dalam keluarga contohnya, kesejahteraan suatu keluarga, kesehatan orang tua, dan proses pemberian perhatian. Keadaan ini, juga mempengaruhi perhatian mereka, kesabaran, dan toleransi terhadap anak-anak. SES yang rendah mempengaruhi fungsi psikologis ibu, biasanya ibu dengan SES rendah akan cenderung lebih disiplin, keras dan tidak konsisten dalam pengasuhan anaknya.
Perbandingan lintas budaya menunjukkan bahwa hampir semua aspek pengasuhan bayi diinformasikan oleh budaya. Sebagai contoh pola pengasuhan di Jepang dan Amerika Serikat keduanya sama sama memiliki pola asuh yang modern dan memiliki standar hidup yang baik. Pengasuhan bayi tidak lagi dilakukan hanya oleh orangtua biologis. Namun saudara, bibi nenek, perawat, baby sitter menjadi pengganti orangtua. Bahkan sekarang ini terdapat penyedia layanan penitipan anak. Dalam banyak kebudayaan, yang nonindustrialized terutama non-Barat, bayi ditemukan dalam perawatan seorang kakak atau adik. Teori menyatakan bahwa bayi menjadi terikat kepada orang-orang yang sudah berhubungan dari waktu ke waktu dengan konsisten dan yang dapat memberikan tanggapan sesuai dengan sinyal kebutuhan mereka, hal ini menyebabkan kelekatan untuk pengembangan kepribadian yang sehat dan normal.
Pengasuhan juga secara menyeluruh dipengaruhi secara dinamis di mana perkembangan ini terjadi. Perkembangan domain di masa bayi dimana selama masa kanak-kanak, anak-anak berubah dari makhluk muda tidak dapat menggerakkan anggota badan mereka secara terkoordinasi dengan mengendalikan kontraksi otot dan pikiran mereka untuk berjalan, mencapai, atau memegang, dan dari anak-anak yang hanya bisa berceloteh atau menangis hingga anak-anak yang dapat membuat kebutuhan dan keinginannya amat jelas dalam suatu bahasa dan cara-cara lainnya. Negara juga dapat menentukan bagaimana bayi menampilkan diri, dan banyak dari apa yang bayi belajar tentang orang, benda yang diperoleh, kemampuan mereka sendiri, dan dunia selama dalam kewaspadaan dan perhatian.
Perkembangnya sistem fisik dan saraf biasanya terlihat dari bayi yang lahir rata-rata panjangnya adalah 49-50 dan beratnya berkisar 3,4-3.5 dan pada tahun berikutnya setelah kelahiran mengalami kenaikan berat tiga kali lipat. Perubahan ini mempengaruhi cara-cara orang tua memperlakukan anaknya bahkan mengatur lingkungan fisik bayi dan bagaimana mereka berjalan serta berbicara. Kapasitas bayi untuk menerima informasi dari orang tua dan lingkungan sekitarnya selalu berkembang. Hal ini terlihat dari kemampuan bayi merespon lingkungan, mengambil, mengkodekan, dan memproses informasi. Pada usia 4 sampai 5 bulan bayi sudah bisa mengerti tentang ekspresi wajah orang dewasa yg berinteraksi dengannya, terutama dengan ekspresi orang tuanya.
Pada awalnya bayi berkomunikasi dengan menangis dan tersenyum, namun bayi dengan cepat dapat mengekspresikan sistem komunikasinya dengan ocehan-ocehan yang sudah teratur dan sekitar usia 2 tahun, bayi menguasai dasar-dasar bahasa tanpa instruksi dan tanpa usaha nyata, selalu berbicara dengan bahasa yang mereka telah diungkapkan. Ekspresi emosional adalah bukti bagaimana bayi merespon kejadian, dan orang tua baru memberikan perhatian khusus terhadap emosi bayi dalam upaya mereka untuk mengelola dan memodifikasi mereka.
Dalam usia 2 bulan, bayi sudah terlibat dalam interaksi yang kompleks dan responsif dengan ibu mereka. Interaksi ini ditandai dengan saling memberi dan menerima pertukaran dalam menatap diri seperti tersenyum dan geraman. Perubahan tingkat kemampuan yang ada pada bayi, bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Perubahan tersebut dapat berawal dari kegiatan merayap tetapi bulan berikutnya bayi ini dapat bergerak semakin cepat. Pada masa ini bayi sudah dapat melakukan kegiatan berdiri dan berlari, sehingga pada tahun kedua 85% kegiatan bayi selalu bersama dengan orang tuanya. Pada pencapaian tahap awal perkembangan bayi dapat dikatakan sama, tetapi pada pertengahan tahap perkembangannya terdapat perbedaan yang signifikan.
Bayi akan mengalami tumbuh kembang sesuai dengan perspektif atau pemikiran dari orang tua mereka. Orang tua mempengaruhi perkembangan bayi baik oleh keyakinan mereka dan oleh perilaku mereka. Secara genetika anak akan tetap meniru sebagian sifat dari ibu biologisnya meski bayi ini sedang bersama orang tua angkatnya. Secara signifikan, orang tua dalam budaya yang berbeda memiliki kepercayaan yang berbeda terhadap bayi mereka. Isi interaksi orangtua-bayi yang lebih dinamis, bervariasi dan lebih bebas untuk memilih pada manusia. Dalam industri budaya Barat, orang tua pada umumnya mengakui untuk mengambil tanggung jawab utama untuk penataan pertukaran mereka dengan bayi. Ibu dan ayah sama-sama sensitif terhadap status perkembangan bahasa bayi, tetapi, di sini juga, mereka memainkan peran yang berkaitan dengan kualitas dan kuantitas ucapan mereka pada bayi.
Menurut Hart dan Risley, perkembangan bahasa bayi dipengaruhi oleh apa yang didengar bayi. Karakteristik atau ciri tertentu dalam bahasa ibu akan mempengaruhi gaya bahasa bayi. Prinsip transaksional dalam perkembangan meyakini bahwa karakteristik individu dalam membentuk pengalaman mereka dan sebaliknya bahwa pengalaman membentuk karakteristik individu. Beberapa bentuk fisik bayi mungkin mempengaruhi orang tua. Saat trimester pertama yaitu saat janin bergerak dalam rahim, saat bayi sudah lahir dengan bentuk muka, tindakan dan ekspresinya akan mempengaruhi orangtua untuk mengekspresikan reaksi reflek alaminya sebagai orangtua. Saat kelahiran, bayi juga mempelajari sinyal efektif yang bisa digunakannya untuk mempengaruhi orang dewasa, misalnya menangis untuk didekati.
Pengasuhan Intuitif, menurut Papousek dan Papousek yaitu tanggapan yang melibatkan tahapan perkembangan sesuai dengan usia dan kemampuan anak dan yang sering memiliki tujuan untuk meningkatkan adaptasi dan perkembangan. Pengasuhan bayi dipengaruhi oleh konfigurasi keluarga, tingkat stres orang tua, hubungan perkawinan (marital status), jaringan sosial orang tua, dan di antara faktor-faktor sosial-situasional lainnya. Kondisi ekonomi dan keuangan mempengaruhi beberapa hal dalam keluarga contohnya, kesejahteraan suatu keluarga, kesehatan orang tua, dan proses pemberian perhatian. Keadaan ini, juga mempengaruhi perhatian mereka, kesabaran, dan toleransi terhadap anak-anak. SES yang rendah mempengaruhi fungsi psikologis ibu, biasanya ibu dengan SES rendah akan cenderung lebih disiplin, keras dan tidak konsisten dalam pengasuhan anaknya.
Perbandingan lintas budaya menunjukkan bahwa hampir semua aspek pengasuhan bayi diinformasikan oleh budaya. Sebagai contoh pola pengasuhan di Jepang dan Amerika Serikat keduanya sama sama memiliki pola asuh yang modern dan memiliki standar hidup yang baik. Pengasuhan bayi tidak lagi dilakukan hanya oleh orangtua biologis. Namun saudara, bibi nenek, perawat, baby sitter menjadi pengganti orangtua. Bahkan sekarang ini terdapat penyedia layanan penitipan anak. Dalam banyak kebudayaan, yang nonindustrialized terutama non-Barat, bayi ditemukan dalam perawatan seorang kakak atau adik. Teori menyatakan bahwa bayi menjadi terikat kepada orang-orang yang sudah berhubungan dari waktu ke waktu dengan konsisten dan yang dapat memberikan tanggapan sesuai dengan sinyal kebutuhan mereka, hal ini menyebabkan kelekatan untuk pengembangan kepribadian yang sehat dan normal.
Langganan:
Komentar (Atom)